Akhirnya tiba juga waktu untuk praktek kerja. Hfuhh....ada rasa takut juga sih... Saya dan kedua teman saya Upik dan Esti memilih magang di MSV (Mataram Surya Visi) yang merupakan rumah produksi di STMIK Amikom Yogyakarta. Sebelumnya tidak pernah terlintas di benak kami akan praktek kerja disana. Tapi karena pihak MSV telah beberapa kali berkunjung ke sekolah kami dengan tujuan memberi informasi dan pengetahuan lebih luas tentang dunia teknologi, kami pun mulai penasaran dan ingin mengetahui lebih jauh tentang ilmu teknologi yang sesuai dengan jurusan kami yaitu multimedia. Alhasil, kamipun langsung menuliskan nama kami di blanko permohonan ijin Praktek Industri yang akan dikirimkam kepada General Manager di MSV. Perasaan takut dan malu pun menjalar di benak kami. Takut kalau keahlian kami tidak berguna dan tidak dibutuhkan disana, dan malu kalau tidak bisa memberikan yang terbaik baik bagi perusahaan atau untuk sekolah tercinta.
Hari itu saya dan kedua teman saya diserahkan oleh pihak sekolah kepada pihak perusahaan untuk melaksanakan praktek industri selama tiga setengah bulan. Bukan waktu yang sebentar bagi kami yang harus hidup jauh dari orang tua. Kekhawatiran kami semakin bertambah tatkala kami memasuki gedung STMIK Amikom yang dominan bercatkan warna ungu. Dengan bermodalkan sedikit menguasai keahlian edit photo, desain brosur, juga edit video serta audio, kami melangkah ke salah satu rumah produksinya, yakni studio broadcasting.
Di hari pertama, kami mendapatkan pengarahan dari pembimbing kami yakni Bapak Bhanu Sri Nugraha yang sudah mendapat gelar sarjana komputer. Pak Bhanu menawarkan kami untuk membuat 3d modelling, tapi karena software 3d belum kami kuasai, maka Pak Bhanu pun memberitahu kami bagaimana mengoperasikannya. Akhirnya kami pun mencoba - coba untuk membuat berbagai model. Berhubung kami belum mengenal tool - tool di dalamnya, maka kami mencoba untuk mencari tutorialnya. Ternyata susah juga ya.... Kami harus banyak belajar nich.... "Mohon bantuannya ya pak..." kata ini terluntar dari mulut kami. Karena kami sadar kemampuan kami hanya sepucuk kuku hitam saja.